Kira – kira abad ke – 12 masehi, saat itu penyiaran Agama Islam sudah memasuki Semananjung Malaka, Aceh, Sumatra Timur, dan Riau, dll. Syahdan , yang berkuasa saat itu di KERAJAAN SIAK SRI INDRAPURA adalah SULTAN MAHMUD. Panglima atau hulubalang kerajan adalah dua orang pendekar sakti kakak beradik yaitu, PANGLIMA MEGAT SRI RAMA (kakak) beragama Hindu , dan PANGLIMA WAHAB (adik) beragama Islam . Konon Sultan Mahmud (Islam) ,semasa hayatnya adalah seorang Raja yang sakti, beliau sangat disegani oleh seluruh rakyatnya dan ditakuti oleh musuh-musuhnya . Raja ini kebal terhadap semua senjata tajam apabila kakinya menginjak tanah . Beliau dapat berjalan diatas sungai/laut, dan kendaraanya adalah seekor Harimau . Sampai sekarang ini , orang-orang Siak Sri Indrapura menyebut mahluk itu adalah “Harimau Tengkes ” [sumber BIOGRAPHI PERGURUAN PENCAK SILAT MUTIARA PANCA RASA].
Cerita di atas adalah sepenggal kisah tentang silat di negeri Siak, desa Sungai Kayu Ara terletak di kecamatan Sunagai Apit Kabupaten Siak propinsi Riau, banyak tradisi dan hasanah budaya yang berkembang di Siak yang kemudian dalam pengamatan saya mulai berangsur-angsur hilang, silat tidak hanya sebagai sebuah ilmu beladiri tapi lebih kepada kemampuan pesilatnya untuk membela dan mempertahankan hargadiri serta kewibawaannya.
Saat ini tradisi silat lebih sering di tampilkan pada upacara adat pernikahan dan penyambutan tamu, perkembangan dan penyebarannya silat pun sudah mulai terhenti, sudah jarang ditemui anak muda yang memainkanya. Anak-anak indonesia pun lebih menyenangi karate dan taekwondo dari pada silat.
2 comments to Silat Kayuara Siak, tradisi sebagi aset budaya.
Selama ini pembinaan seni dari pencak silat kurang dapat perhatian. Pembinaan yang dilakukan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia lebih banyak terpusat pada olahraga prestasinya. Padahal, roh dari pencak silat itu ada pada perguruan.
”Itu sebabnya, di Jambore Seni Pencak Silat Indonesia I-2009 ini merupakan tempat apresiasi bagi semua perguruan pencak silat untuk menampilkan jurus-jurus terbaik mereka yang diramu dengan seni budayanya,” kata Eddie Marzuki Nalapraya, Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), sebelum pembukaan Jambore Seni Pencak Silat Indonesia (JSPSI) I-2009, Jumat (17/7) malam.
JSPSI I-2009 dibuka resmi oleh Tunas Dwidharto, selaku Deputi Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, di Taman Wisata Mekarsari, Ciulengsi, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Eddie yang sudah lebih dari 31 tahun membina pencak silat, seni pencak silat merupakan salah satu daya tarik bagi pemuda-pemuda asing untuk mempelajari seni ilmu bela diri tradisional asal Indonesia itu.
”Itu sebabnya, dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat, kita tidak bisa hanya menitikberatkan pada prestasi olahraganya saja, tetapi juga harus mengangkat seni ilmu bela dirinya sehingga kekayaan dari tiap-tiap perguruan akan terus berkembang,” kata Eddie.
Sebelum acara pembukaan JSPSI I-2009, dibacakan kesepakatan para pendekar dari semua perguruan yang ambil bagian. Dua butir yang penting adalah mereka minta agar pemerintah segera membuat hak paten atas seni bela diri pencak silat.
Menteri Pendidikan Nasional serta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga juga diminta untuk memasukkan pencak silat sebagai olahraga wajib dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Menanggapi harapan tersebut, Tunas Dwidharto menegaskan bahwa kesepakatan itu bakal disampaikan agar segera dilaksanakan. ”Sebab, pencak silat adalah satu-satunya seni bela diri khas bangsa kita,” katanya.
Hayono Isman, yang merupakan ketua panitia, berharap agar para pendekar, melalui JSPSI I-2009, bisa menjadi teladan di lingkungan mereka.
jika anda menyenangi posting pada blog ini dan agar selalu update silahkan berlangganan melalui email:
Statistic
Elearning
Here you can find many learning resources represent by a course available. Some course are avaliable for public consumption and some else are not.
E-Learning SMK Labor sebagai sumber belajar alternatif dan media pembelajaran yang menyuguhkan pembelajaran yang berbasis web sebagai alternatif selain pembelajaran tatap muka, dimana diorientasikan pada pembelajaran mandiri.
Social Networking
Support by
Citra Lintas Media adalah perusahaan berbasis Network Indonesia & Global
Selama ini pembinaan seni dari pencak silat kurang dapat perhatian. Pembinaan yang dilakukan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia lebih banyak terpusat pada olahraga prestasinya. Padahal, roh dari pencak silat itu ada pada perguruan.
”Itu sebabnya, di Jambore Seni Pencak Silat Indonesia I-2009 ini merupakan tempat apresiasi bagi semua perguruan pencak silat untuk menampilkan jurus-jurus terbaik mereka yang diramu dengan seni budayanya,” kata Eddie Marzuki Nalapraya, Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), sebelum pembukaan Jambore Seni Pencak Silat Indonesia (JSPSI) I-2009, Jumat (17/7) malam.
JSPSI I-2009 dibuka resmi oleh Tunas Dwidharto, selaku Deputi Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, di Taman Wisata Mekarsari, Ciulengsi, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Eddie yang sudah lebih dari 31 tahun membina pencak silat, seni pencak silat merupakan salah satu daya tarik bagi pemuda-pemuda asing untuk mempelajari seni ilmu bela diri tradisional asal Indonesia itu.
”Itu sebabnya, dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat, kita tidak bisa hanya menitikberatkan pada prestasi olahraganya saja, tetapi juga harus mengangkat seni ilmu bela dirinya sehingga kekayaan dari tiap-tiap perguruan akan terus berkembang,” kata Eddie.
Sebelum acara pembukaan JSPSI I-2009, dibacakan kesepakatan para pendekar dari semua perguruan yang ambil bagian. Dua butir yang penting adalah mereka minta agar pemerintah segera membuat hak paten atas seni bela diri pencak silat.
Menteri Pendidikan Nasional serta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga juga diminta untuk memasukkan pencak silat sebagai olahraga wajib dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Menanggapi harapan tersebut, Tunas Dwidharto menegaskan bahwa kesepakatan itu bakal disampaikan agar segera dilaksanakan. ”Sebab, pencak silat adalah satu-satunya seni bela diri khas bangsa kita,” katanya.
Hayono Isman, yang merupakan ketua panitia, berharap agar para pendekar, melalui JSPSI I-2009, bisa menjadi teladan di lingkungan mereka.
sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/18/04130578/Roh.Pencak.Silat.Ada.pada.Perguruan
BELUM MEMADAI