Setelah reformasi 1998 Provinsi Riau berubah menjadi dua wilayah yaitu Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau. Pekanbaru adalah ibu kota Provinsi Riau dengan etnis mayoritas adalah Minang, Melayu, dan Cina. Pada era otonomi daerah, wilayah ini berubah menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia karena Riau adalah penghasil minyak mentah terbesar di Indonesia, menjadikan Pekanbaru sebagai kawasan pengembangan bisnis dan jasa terbesar di Sumatra saat ini. Salah satu cita-cita pemimpin kota ini adalah menjadikan Pekanbaru menjadi Kota Sejuta Ruko (rumah toko). Kota ini juga menjadi wilayah transit ke Malaysia dan Singapura bagi para pencari kerja. Selain itu dengan berkembangnya industri manufaktur dan perkebunan, keberadaan para pendatang dari Pulau Jawa dan beberapa daerah Sumatra menyebabkan kota di garis Khatulistiwa ini menjadi kota multietnis”.
Workshop OK. Video Militia di Pekanbaru dilaksanakan di SMK Labor ––sekolah kejuruan yang mengembangkan keahlian profesi dari tingkat sekolah menengah. Sekolah ini mempunyai fasilitas audio-video yang cukup lengkap. Selain itu yang paling menarik adalah: SMK Labor Pekanbaru telah mengembangkan LABSCHOOL TV, sebuah stasiun televisi komunitas yang fokus pada masalah pendidikan. Workshop video selama satu minggu di sekolah ini diikuti oleh sepuluh partisipan yang terdiri atas guru, siswa, mahasiswa jurusan komunikasi, dan seniman.
Dalam waktu seminggu, peserta workshop menghasilkan tiga karya yang terdiri atas dua karya dengan tema lokal, yaitu Oplet, video dokumeter pendek tentang angkutan kota di Pekanbaru dan Suap, video mengenai sifat masyarakat Melayu yang suka disuapi dan selalu ingin dilayani, kemudian Kaki, sebuah video tentang sampah dan sepatu yang mewakili budaya dan karakter seseorang.
Participants: Ade Ferry M., Andri Wibowo, Hauza Syaukani, Ino UIN, Jefri Hunter, M. Effendi, Madun, Mhd. Thariq, Oki Helfiska, Shodiq Purnomo, T. Khairil Ahsyar, Ulis UIN
Mentors: Hafiz & Bagasworo Aryaningtyas ‘Chomenk’









