<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alziqra Network &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://www.alziqra.net/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alziqra.net</link>
	<description>education, relationship and network for all</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2010 10:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Guru Sebagai Fasilitator?</title>
		<link>http://www.alziqra.net/2010/05/25/guru-sebagai-fasilitator/</link>
		<comments>http://www.alziqra.net/2010/05/25/guru-sebagai-fasilitator/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 10:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeffri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitator]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[memotivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alziqra.net/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://mading.smklabor.sch.id/wp-content/uploads/2010/05/apakah-guru-sebagai-fasilitator.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-331" title="apakah guru sebagai fasilitator" src="http://mading.smklabor.sch.id/wp-content/uploads/2010/05/apakah-guru-sebagai-fasilitator.jpg" alt="apakah guru sebagai fasilitator" width="540" height="359" /></a>Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang diajarkan oleh guru.</p>
<p align="justify">Semua yang terkait dengan belajar dan mengajar tidak terlepas dari satu hal yang disebut dengan perencanaan pemelajaran, Wiliam H. Newman dalam bukunya Administrative Action Techniques of Organization and Management: mengemungkakan bahwa “Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, menentukan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal <a href="http://www.alziqra.net/2010/05/25/guru-sebagai-fasilitator/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://mading.smklabor.sch.id/wp-content/uploads/2010/05/apakah-guru-sebagai-fasilitator.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-331" title="apakah guru sebagai fasilitator" src="http://mading.smklabor.sch.id/wp-content/uploads/2010/05/apakah-guru-sebagai-fasilitator.jpg" alt="apakah guru sebagai fasilitator" width="540" height="359" /></a>Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang diajarkan oleh guru.</p>
<p align="justify">Semua yang terkait dengan belajar dan mengajar tidak terlepas dari satu hal yang disebut dengan perencanaan pemelajaran, Wiliam H. Newman dalam bukunya Administrative Action Techniques of Organization and Management: mengemungkakan bahwa “Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, menentukan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.”</p>
<p align="justify">Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Dengan kata lain pengajaran adalah suatu cara bagaimana mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik.</p>
<p align="justify">Dari beberapa masalah yang terkait dengan pendidikan, yang paling menonjol dan mendesak  untuk dibicarakan adalah masalah metode pemelajaran. Tentu saja persoalan metode pembelajaran tersebut terkait erat dengan suatu paradikma dan visi pendidikan yang diharapakan lebih cocok dengan tuntutan zaman, metode pengajaran itu sangat mendasar, karena ia akan digunakan secara praktis oleh para guru. Karena itu, pembicaraan tentang paradigma, visi dan metode pengajaran ini akan dengan sendirinya menuntut peningkatan dan penyesuaian kualitas SDM para pengelola, guru, juga akhirnya para siswa, sehingga mereka para pengelola, guru dan siswa menjadi lebih aktif, kreatif, mandiri dan berpikir problem solving.</p>
<p align="justify">Banyak orang telah mengetahui, bahwa ternyata potensi yang dimiliki oleh otak manusia itu sangat luar biasa. Tapi sayang potensi itu hanya tinggal potensi. Sebagian besar manusia belum biasa menggunakan dan memanfaatkan kehebatan potensi otak yang dimilikinya. Orang secerdas Einstein saja, konon baru berhasil mengaktualisasikan potensi otaknya sebesar 20%.</p>
<p align="justify">Sebagian besar metode dan suasana pengajaran di sekolah-sekolah yang digunakan para guru tanpak nya lebih banyak menghambat dari pada memotivasi potensi otak. Seorang peserta didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang harus mau mendengarkan, mau menerima seluruh informasi dan mentaati segala perlakuan gurunya. Dan yang lebih parah lagi adalah fakta bahwa semua yang dipelajari di bangku sekolah itu ternyata tidak interaktif dengan kehidupan sehari-hari  . Bahkan tak jarang realitas sehari-hari yang mereka saksikan bertolak-belakang dengan pelajaran disekolah.</p>
<p align="justify">Budaya dan mental semacam ini pada gilirannya membuat siswa tidak mampu megaktivasi kemampuan otaknya. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian menyampaikan pendapat, lemah penalaran dan tergantung pada orang lain. Budaya dan mental para peserta didik seperti ini juga berkolerasi dengan budaya dan mental masyarakat secara luas.</p>
<p align="justify">Dengan demikian sebuah metode yang lebih cocok bagi para siswa dimasa sekarang ini adalah mutlak mesti ditemukan, untuk kemudian diterapkan. Apa pun nama dan istilah metode tersebut tidak jadi soal, asalkan ia lebih menekankan peran aktif para peserta didik/siswa. Guru tentu saja tetap dianggap lebih berpengalam dan lebih banyak pengetahuannya, tapi ia tidak pemegang satu-satunya kebenaran sebab, kebenaran itu bisa saja datang dari para peserta didik. Karena itu metode tersebut mesti bertumpu pada dialok sehingga para siswa dituntut untuk berpendapat dan menyampaikan komentar-komentarnya terhadap berbagai materi pelajaran dan informasi yang ada, juga suasana belajar harus menyenangkan.</p>
<p align="justify">Dalam kontek di atas guru harus lebih berperan sebagai fasilitator, yang mengajak, merangsang dan memberikan stimulus-stimulus kepada para peserta didik agar menggunakan kecakapannya secara bebas dan bertanggungjawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alziqra.net/2010/05/25/guru-sebagai-fasilitator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Pengayaan</title>
		<link>http://www.alziqra.net/2010/05/21/pembelajaran-pengayaan/</link>
		<comments>http://www.alziqra.net/2010/05/21/pembelajaran-pengayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 05:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeffri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pengayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alziqra.net/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2010/05/pembelajaran_pengayaan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-433" title="pembelajaran_pengayaan" src="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2010/05/pembelajaran_pengayaan-300x199.jpg" alt="pembelajaran_pengayaan" width="300" height="199" /></a>Banyak hal yang dapat di perbincangkan ketika kita  menilik komponen Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang ada di lingkungan  satuan pendidikan, salah satunya adalah tentang pembelajaran pengayaan.  Banyak pendapat yang mendefinisikan tentang pembelajaran pengayaan namun  pada kesempatan ini saya mencoba untuk berbagi tetang yang saya pahami  tentang pembelajaran pengayaan.</p>
<p align="justify">Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu  pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan  membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Dalam rangka  mencapai tujuan tersebut, Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005  tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 standar yang harus  dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. Kedelapan standar dimaksud  meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,  standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,  standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian  <a href="http://www.alziqra.net/2010/05/21/pembelajaran-pengayaan/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2010/05/pembelajaran_pengayaan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-433" title="pembelajaran_pengayaan" src="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2010/05/pembelajaran_pengayaan-300x199.jpg" alt="pembelajaran_pengayaan" width="300" height="199" /></a>Banyak hal yang dapat di perbincangkan ketika kita  menilik komponen Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang ada di lingkungan  satuan pendidikan, salah satunya adalah tentang pembelajaran pengayaan.  Banyak pendapat yang mendefinisikan tentang pembelajaran pengayaan namun  pada kesempatan ini saya mencoba untuk berbagi tetang yang saya pahami  tentang pembelajaran pengayaan.</p>
<p align="justify">Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu  pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan  membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Dalam rangka  mencapai tujuan tersebut, Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005  tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 standar yang harus  dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. Kedelapan standar dimaksud  meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,  standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,  standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian  pendidikan.</p>
<p align="justify">Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional  tersebut, kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah  melaksanakan kegiatan pembelajaran ditetapkan dalam standar isi dan  standar kompetensi lulusan. Standar isi (SI) memuat standar kompetensi  (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik dalam  mempelajari mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi lulusan (SKL)  berisikan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap  satuan pendidikan. Sementara berkenaan dengan materi yang harus  dipelajari, disajikan dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran) yang dikembangkan oleh guru.</p>
<p align="justify">Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar  isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran  perlu diusahakan agar interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,  memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan  kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai  dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta  didik. Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut  tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan  berlebih untuk mengoptimalkan perkembangan prakarsa, kreativitas,  partisipasi, kemandirian, minat, bakat, keterampilan fisik, dsb. Untuk  mengantisipasi potensi lebih yang dimiliki peserta didik tersebut,  setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran  pengayaan.</p>
<p align="justify">Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai  pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan  minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik  dapat melakukannya.</p>
<p align="justify">Untuk memahami pengertian program pembelajaran  pengayaan, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat  Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku berdasar Permendiknas 22, 23, dan  24 Tahun 2006 pada dasarnya menganut sistem pembelajaran berbasis  kompetensi, sistem pembelajaran tuntas, dan sistem pembelajaran yang  memperhatikan dan melayani perbedaan individual peserta didik. Sistem  dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi  (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik.  Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur dengan kriteria  ketuntasan minimal (KKM) yang di tentukan oleh satuan pendidikan.</p>
<p>Untuk mudahnya, pembelajaran pengayaan adalah:</p>
<ul>
<li>di peruntukan bagi peserta didik yang telah mencapai kompetensi  lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam  kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.</li>
<li>sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah  melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan  Pendidikan.</li>
<li>pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang  memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat  serta mengoptimalkan kecakapannya.</li>
<li>pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas  membaca, tutor sebaya, diskusi dan lain-lain</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alziqra.net/2010/05/21/pembelajaran-pengayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya bicara kepada anak</title>
		<link>http://www.alziqra.net/2009/12/11/saatnya-bicara-kepada-anak/</link>
		<comments>http://www.alziqra.net/2009/12/11/saatnya-bicara-kepada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 01:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeffri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alziqra.net/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2009/12/timetotalk-150x150.jpg" alt="timetotalk" title="timetotalk" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-319" /><div align="justify">Sebagai orang tua, hal-hal yang Anda katakan dan lakukan memiliki pengaruh yang sangat besar pada anak Anda untuk membuat keputusan - terutama ketika adanya gejala untuk menggunakan narkoba atau alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar banyak tentang risiko obat-obatan dari orangtua mereka 50% lebih kecil kemungkinannya untuk mengunakan. Dengan berbicara dengan anak-anak Anda tentang narkoba dan alkohol, Anda dapat membantu mereka membuat pilihan yang lebih baik dan hidup lebih aman dan sehat. <a href="http://www.alziqra.net/2009/12/11/saatnya-bicara-kepada-anak/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2009/12/timetotalk-150x150.jpg" alt="timetotalk" title="timetotalk" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-319" />
<div align="justify">Sebagai orang tua, hal-hal yang Anda katakan dan lakukan memiliki pengaruh yang sangat besar pada anak Anda untuk membuat keputusan &#8211; terutama ketika adanya gejala untuk menggunakan narkoba atau alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar banyak tentang risiko obat-obatan dari orangtua mereka 50% lebih kecil kemungkinannya untuk mengunakan. Dengan berbicara dengan anak-anak Anda tentang narkoba dan alkohol, Anda dapat membantu mereka membuat pilihan yang lebih baik dan hidup lebih aman dan sehat. </p>
<p>Memulai percakapan dengan anak-anak Anda dan menjaga komunikasi tetap terbuka tidak pernah mudah &#8211; tetapi juga tidak sesulit yang Anda bayangkan. Apakah Anda mengalami kesulitan untuk menemukan waktu atau menemukan kata yang tepat, <a href="http://timetotalk.org">Time to Talk </a>akan memberikan dukungan dan sumber daya yang Anda butuhkan pada saat itu waktu untuk berbicara dengan anak-anak Anda tentang narkoba dan alkohol. Silahkan kunjungi <a href="http://timetotalk.org">timetotalk.org</a> atau di  <a href="http://dokteranakku.com/?p=178">dokteranakku.com</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alziqra.net/2009/12/11/saatnya-bicara-kepada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UN antara harapan dan kenyataan</title>
		<link>http://www.alziqra.net/2009/12/01/hello-world/</link>
		<comments>http://www.alziqra.net/2009/12/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 18:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeffri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alziqra.net/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-full wp-image-77" title="anak sekolah" src="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2009/12/anak-sekolah.jpg" alt="anak sekolah" width="150" height="100" /><div align="justify">Ujian Nasional (UN)? yang kemudian terbersit di benak para siswa adalah sesuatu yang menakutkan, menyeramkan dan berbagai makna yang ada didiri mereka(siswa red). Kegiatan yang dilaksankan selama lebih kurang 3 hari, dimana nasib mereka ditentukan; <a href="http://www.alziqra.net/2009/12/01/hello-world/">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-77" title="anak sekolah" src="http://www.alziqra.net/wp-content/uploads/2009/12/anak-sekolah.jpg" alt="anak sekolah" width="150" height="100" />
<div align="justify">Ujian Nasional (UN)? yang kemudian terbersit di benak para siswa adalah sesuatu yang menakutkan, menyeramkan dan berbagai makna yang ada didiri mereka(siswa red). Kegiatan yang dilaksankan selama lebih kurang 3 hari, dimana nasib mereka ditentukan;</p>
<p>Konsekuensi terpahit adalah TIDAK LULUS, bahkan depresi; apakah kondisi ini terlah difikirkan dan dirancang oleh para pakar pendidikan di Indonesia tercinta ini. Dengan segala keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru dan berbagai hal yang masih memiliki disparitas; UN tetap akan menjadi momok bagi anak bangsa yang akan menapak kehidupannya kedepan, akan kah terhenti derap langkah dan cita-cita mereka hanya di karenakan gagal UN?</p>
<p>Sebuah ilustrasi, INS Kayutanam pada masa pendudukan Belanda dan Jepang di Sumatera Barat menjadi sekolah barometer untuk mendidik anak-anak Sumtera Barat. Pendidikan yang dilaksankan lebih diarahkan kepada pengembangan potensi diri, bakat dan minat siswa tersebut, toh akhirnya pola pendidikan seperti ini banyak melahirkan siswa yang menyadari potensi diri mereka untuk kehidupan mereka kedepan; dan tentu menjadi orang-orang yang berhasil.</p>
<p>Dalam sebuah acara parodi politik di TV Nasional, seorang pejabat Departemen Pendidikan Nasional ber ujar, &#8220;bahwa UN di perlukan, salah satunya untuk pendataan&#8221;; lah&#8230; apakah tidak ada instrumen atau variabel lain untuk mengukur kemampuan siswa secara nasional dan kalau pun UN akan dijadikan alat untuk pendataan mengapa hanya beberapa mata pelajaran saja?.</p>
<p>Akhirnya, harapan Pendidik dan Siswa akan selalu bertentangan dengan pembuat kebijakan.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alziqra.net/2009/12/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
